Memutar Otak


Tuhan kau karuniakan barang terindah
Bawaan tubuh maha penggugah
Oh satu-satunya barang mewah
Yang tetap singgah di tempatku
Kadang kau kuputar
Sesekali juga aku kesal, kau tak jalan
Tapi ku bangga karna kupunya
Kau wahai otakku
Alat paling cemerlang
Bagaikan resep paling cespleng
Yang siap membasmi penyakit yang meraja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar